Jumat, 01 November 2013

TANJUNG TABALONG KOTA DEBU? BENARKAH?

TANJUNG TABALONG KOTA DEBU? BENARKAH?

Saya orang Tanjung. Kamu orang Tanjung juga?

Kota Tanjung itu KOTA DEBU. Bagaimana menurut kamu?

Kenapa jadi Kota Debu?
cerita dikit ya..

Dulu, waktu gw kecil tepatnya waktu SMP gw pergi ke sekolah naik sepeda dan gw rasakan udaranya itu kalau tiap pagi sgernya jempolan, berasa pengen naik sepeda terus-terusan dan selambat-lambatnya nyampe ke depan gerbang sekolah..
andai ada lorong waktu yang bisa ngebawa gw ke waktu itu, gue rela deh ninggalin zaman sekarang buat back ke zaman dulu.... *sumpah demi kakek lo yang ngesot di zebra cross !!

Kita tinggalin masa lalu. dan terbang ke masa setelah zaman jahiliyah.. *lhoh? #ngekkk

4 Tahun setelah itu, tepat waktu gw SMA, Tanjung mulai nampak berubah menjadi kota maju dengan sistem Agrobisnis dan perdagangannya, juga TAMBANGNYA (katanya  pemerintah). yaa.... benar aja Kota Tanjung kian maju sampe seberang jalan.
Realisasinya mulai terlihat dari pelebaran ruas jalan utama Ir. PHM. Noor dari Mabuun - Sulingan - Tanjung menjadi 4 jalur. Woowww.. Keren (Prokk.. prookk..prokk)

Pasar sekarang katanya mau di rehab jadi pasar modern dan pasar tradisional di relokasi ke>>>> (gue gk tau)
Bandara mau diperluas, Hotel dan perumahan kian bermunculan, Ruko-Ruko MERAJALELA, Islamic Center pun dibangun, Taman hiburan rakyat juga dibangun, dan Api obor nyaris padam.

Harus gw akui, rencana besar itu memang keren. Tapi untuk merealisasikannya butuh pengorbanan dan pengorbanan itu adalah POHON-POHON yang dulu melindungi gw dari teriknya matahari saat gw naik ngayuh sepeda ke sekolah dan itu FATAL> *ninju dinding !

Pohon adalah nafas kehidupan, pohon melindungi kita dari debu, meredam kebisingan, pembawa angin sejuk, melindungi kita dari panas, dll (dari analisis tapak yang gw pelajai dari Bu Ani guru IPA gw hihi).

Karena penebangan pohon rindang dipinggir jalan utama yang membabi buta, kini ruas jalan utama Tanjung tidak lebih layaknya GURUN PASIR dengan DEBU-DEBUNYA yang menusuk LUBANG HIDUNG seperti tombak yang nancap di bokongnya babi (lebay). Belum lagi masalah tambang. Wuihh.. astagfirullah.. luar biasa merusak.
Liat aja noh dari satelit, lubangnya gede bener. Walaupun mungkin sengaja d blur, tetap aja lubangnya keliatan.

Tambang menjadi sumber devisa terbesar untuk Tabalong. namun disisi lain Tambang lah yang perlahan merusak dan menggerogoti rimbanya hutan Tabalong. Riskan memang. Bumi telah terlanjur berlubang, hutan telah terlanjur gundul dan duit sudah terlanjur masuk ke kantong pejabat *Lah, apa lagi nih???
APA YANG BISA KITA LAKUKAN?
dimasa depan, generasi mudalah yang akan menanggunng semua akibat dari kehancuran ini. (calling Power Ranger)

Gw cuma rakyat jelata yang sekarang cuma bisa berandai-andai.
- Andai gw jadi bupati, gue berantas korupsi. Gue cabut kontrak sama perusahaan tambang dan  menggiatkan usaha agribisnis seperti perkebunan dan pertanian, perikanan juga peternakan.
- Andai gw jadi penguasa militer, gue bangun pangkalan militer terbesar di kerakbumi bekas tambang yang bakalan buat militer Amerika gigit jempol kaki.
- Andai gw jadi kontraktor tu jalan. Semampunya gue ga akan nebang pohon.
- Andai gue punya buldoser, gue bulldoser dah tu satu Tanjung. gue ratakan.
- Andai gue nanti jadi Arsitek (doa'in ya biar cepat :D) gue pengen merancang ulang tata ruang kota, jalan dan pengadaan hotan kota disetiap radius 2 Km..

So, sebagai generasi muda apakah ada "ANDAI-ANDAI" dari agan agan yang lain buat kota kita.??
Share dan Post disisi ya..
:)

INDAHKAH KALAU KAYAK GINI?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar